Jumat, 13 Mei 2011

reposisi

mencoba mengerti apa yang orang lain rasakan bukan hal yang mudah. adakalanya sesuatu itu bisa berubah 180 derajat menjadi hal yang tidak kita kehendaki dan berujung pada pertentangan di hati. masa bodo terhadap penjelasan orang lain merupakan cerminan orang itu tidak bisa mengerti keadaan situasi pada saat itu. duduk, diam dan mendengarkan penjelasan itulah yang baik, bukan dengan keacuhan dan ketidak tertarikan dengan penjelasan.

saya bukannya mau untuk dikasihani, tetapi tolonglah sedikit mengerti bagaimana rasanya jika anda yang mengalami situasi seperti ini yang setiap saat di waktu yang tidak mengenal apakah itu pagi, siang atau malam rasa sakit itu datang menghampiri sehingga membuat istirahat tidurmu terganggu, menganggu semua kegiatan aktivitasmu, bahkan meredupkan tawa dan canda terangmu?? cobalah sedikit untuk memahami itu sejenak saja, untuk 10 sampai 20 detik direnungkan..

saya tidak butuh semua hadiah atau tindakan yang hanya menjadi topeng belaka untuk membuat tawa dan canda itu kembali terang! saya hanya butuh tolong lihat saya sebagai seorang yang mempunyai keterbatasan rohani dan jasmani, dan tidak selalu bisa menjadi seperti yang diharapkan.. jika waktu bisa diputar kembali saya juga ingin mengalami kejadian seperti ini...

mereposisikan diri adalah hal yang tidak mudah, mengadaikan jika diri kita adalah diri orang lain bukanlah hal yang sangat mudah. mencoba untuk mengerti dan merasakan apa yang orang lain alami adalah suatu bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. jika sudah bisa peduli terhadap sesama, biasanya diiringi dengan hilangnya rasa egois akan keacuhan terhadap penjelasan orang lain. sebagai akhirnya saya tulis ini untuk seseorang yang mungkin bisa mengerti kenapa, dan bagaimana rasanya saya harus mengalami rasa sakit ini yang menyerang setiap saat dan menggangu istirahat saya, dan meredupkan tawa dan canda...

semoga dia mengerti itu semua, dengan ketulusan hati bukan dengan keegoisan hati..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar